Bank Jepang Meningkatkan Pinjaman Iklim di Tengah Tantangan Pengungkapan ESG 

Bank Jepang Meningkatkan Pinjaman Iklim di Tengah Tantangan Pengungkapan ESG 

by  
AnhNguyen  
- 19 September 2024

Bank Jepang (BoJ) mengintensifkan dukungannya terhadap investasi terkait iklim dengan menjanjikan pinjaman sebesar ¥7,2 triliun (US$14,49 miliar) untuk inisiatif iklim lembaga keuangan. Komitmen ini, yang merupakan bagian dari langkah penyediaan dana yang diluncurkan pada tahun 2021, kini berjumlah hampir US$14,48 miliar. Pinjaman bergantung pada pengungkapan informasi keberlanjutan tertentu, yang bertujuan untuk meningkatkan transparansi keuangan iklim. 

Namun, rancangan standar pengungkapan keberlanjutan Jepang menghadapi kritik karena ketidakkonsistenan dengan kriteria Dewan Standar Keberlanjutan Internasional (ISSB), menurut Environmental Finance. Isu-isu utama mencakup potensi ketidakselarasan dalam periode pelaporan, yang menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor dan regulator tentang keselarasan internasional standar tersebut. Norges Bank Investment Management dan pemangku kepentingan lainnya menganjurkan kepatuhan yang lebih ketat terhadap pedoman ISSB dan Global Reporting Initiative (GRI). 

GRI mendorong Jepang untuk menyelaraskan standarnya dengan GRI dan Standar Pelaporan Keberlanjutan Eropa, dengan menekankan pendekatan materialitas ganda. GRI berpendapat bahwa hal ini dapat dikelola, karena 90% dari 100 perusahaan teratas Jepang telah mematuhi standarnya. 

Dalam berita terkait, GRI dan Taskforce on Nature-related Financial Disclosures (TNFD) telah meluncurkan sumber daya bersama untuk menyederhanakan pelaporan keanekaragaman hayati. Kolaborasi mereka, yang aktif sejak 2022, menyoroti keselarasan dalam definisi dan metrik yang terkait dengan alam, meskipun masih ada perbedaan dalam fokus geografis dan keterlibatan pemangku kepentingan, khususnya terkait Masyarakat Adat. 

Bank of England telah melaporkan pengurangan 21% dalam jejak karbonnya selama setahun terakhir, yang menguraikan strategi iklimnya dalam pengungkapan keuangan tahunannya. Namun, para kritikus menyarankan tindakan lebih lanjut, seperti mengecualikan obligasi ekspansi bahan bakar fosil dari kerangka agunan dan mendukung efisiensi energi. 

Selain itu, Bank Nasional Moldova telah menyetujui peta jalan keuangan berkelanjutan untuk tahun 2024-2028, dengan fokus pada pengintegrasian keuangan berkelanjutan ke dalam sistem keuangannya, pengembangan taksonomi hijau, dan peningkatan efisiensi energi. 

Sumber: 

https://greencentralbanking.com/2024/09/18/japan-boosts-green-investment/ 

https://www.japantimes.co.jp/business/2024/08/19/esg-sustainable-finance-japan/ 

 

Mulai Gunakan Seneca ESG Toolkit Hari Ini

Pantau kinerja ESG di portofolio, buat kerangka ESG Anda sendiri, dan ambil keputusan bisnis yang lebih baik.

Toolkit

Seneca ESG

Tertarik? Hubungi kami sekarang

Untuk menghubungi kami, silakan isi formulir di sebelah kanan atau email langsung ke alamat di bawah ini

sales@senecaesg.com

Kantor Singapura

7 Straits View, Marina One East Tower, #05-01, Singapura 018936

+65 6223 8888

Kantor Amsterdam

Gustav Mahlerplein 2 Amsterdam, Belanda 1082 MA

(+31) 6 4817 3634

Kantor Taipei

77 Dunhua South Road, 7F Section 2, Distrik Da'an Taipei City, Taiwan 106414

(+886) 02 2706 2108

Kantor Hanoi

Viet Tower 1, Thai Ha, Dong Da Hanoi, Vietnam 100000

(+84) 936 075 490

Kantor Lima

Av. Santo Toribio 143,

San Isidro, Lima, Peru, 15073

(+51) 951 722 377

Kantor Tokyo

1-4-20 Nishikicho, Tachikawa City, Tokyo 190-0022