Negara-negara Berkembang Mendesak Dimasukkannya Kompensasi Karbon dalam Strategi Pengurangan Emisi Global 

Negara-negara Berkembang Mendesak Dimasukkannya Kompensasi Karbon dalam Strategi Pengurangan Emisi Global 

by  
AnhNguyen  
- 13 Juni 2024

Dalam perkembangan penting bagi upaya keberlanjutan global, negara-negara berkembang mendesak inisiatif Target Berbasis Sains (SBTi) untuk memungkinkan perusahaan memasukkan kompensasi karbon ke dalam strategi mereka untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Langkah ini menggarisbawahi semakin pentingnya kriteria Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) dalam praktik perusahaan secara global. 

Carbon Herald melaporkan bahwa perwakilan dari berbagai negara berkembang telah meminta SBTi untuk menilai kembali pendiriannya mengenai kompensasi karbon. Perwakilan ini berpendapat bahwa kompensasi karbon dapat menjadi alat penting bagi perusahaan, terutama di wilayah dengan akses terbatas ke teknologi bersih dan sumber energi terbarukan. Dengan membeli kompensasi karbon, perusahaan dapat berinvestasi dalam proyek yang mengurangi emisi di tempat lain, sehingga berkontribusi pada tujuan iklim global. 

Saat ini, SBTi—yang menyediakan panduan dan verifikasi untuk target pengurangan emisi perusahaan—tidak mengakui kompensasi karbon sebagai metode yang valid untuk mencapai target tersebut. Inisiatif tersebut menekankan pengurangan emisi langsung dalam operasi perusahaan dan rantai nilai. Namun, para pendukung kompensasi karbon berpendapat bahwa kompensasi karbon menyediakan cara yang fleksibel dan hemat biaya bagi perusahaan untuk mencapai pengurangan emisi yang signifikan sekaligus mendukung proyek pembangunan berkelanjutan di negara-negara berkembang. 

Perdebatan mengenai peran kompensasi karbon dalam strategi ESG perusahaan merupakan bagian dari diskusi yang lebih luas tentang cara terbaik untuk menyeimbangkan pengurangan emisi langsung dengan tujuan iklim jangka panjang. Para pendukung penyertaan kompensasi menunjukkan bahwa banyak negara berkembang menghadapi tantangan signifikan dalam transisi menuju ekonomi rendah karbon. Mengizinkan kompensasi karbon dapat memberikan dukungan finansial yang diperlukan bagi negara-negara ini untuk berinvestasi dalam infrastruktur dan teknologi yang berkelanjutan. 

Seiring berlanjutnya dialog, SBTi dan badan regulasi lainnya akan sangat penting untuk mempertimbangkan berbagai kebutuhan dan kemampuan perusahaan di seluruh dunia. Hasil dari perdebatan ini dapat memiliki implikasi yang luas bagi strategi ESG perusahaan dan perjuangan global melawan perubahan iklim. 

 

Sumber: 

https://www.reuters.com/sustainability/climate-energy/west-african-nations-call-firms-be-able-offset-carbon-2024-06-05/ 

https://carbonherald.com/developing-countries-call-on-sbti-to-push-for-companies-to-be-able-to-use-carbon-offsets/ 

 

Mulai Gunakan Seneca ESG Toolkit Hari Ini

Pantau kinerja ESG di portofolio, buat kerangka ESG Anda sendiri, dan ambil keputusan bisnis yang lebih baik.

Toolkit

Seneca ESG

Tertarik? Hubungi kami sekarang

Untuk menghubungi kami, silakan isi formulir di sebelah kanan atau email langsung ke alamat di bawah ini

sales@senecaesg.com

Kantor Singapura

7 Straits View, Marina One East Tower, #05-01, Singapura 018936

+65 6223 8888

Kantor Amsterdam

Gustav Mahlerplein 2 Amsterdam, Belanda 1082 MA

(+31) 6 4817 3634

Kantor Taipei

77 Dunhua South Road, 7F Section 2, Distrik Da'an Taipei City, Taiwan 106414

(+886) 02 2706 2108

Kantor Hanoi

Viet Tower 1, Thai Ha, Dong Da Hanoi, Vietnam 100000

(+84) 936 075 490

Kantor Lima

Av. Santo Toribio 143,

San Isidro, Lima, Peru, 15073

(+51) 951 722 377

Kantor Tokyo

1-4-20 Nishikicho, Tachikawa City, Tokyo 190-0022