Tertarik? Hubungi kami sekarang
Untuk menghubungi kami, silakan isi formulir di sebelah kanan atau email langsung ke alamat di bawah ini
sales@senecaesg.com-->
Foxconn [2354:TT] mengadakan pembicaraan awal dengan Indonesia mengenai pembangunan pabrik kendaraan listrik (EV) di negara ini, seperti yang dilaporkan oleh Sina pada tanggal 25 Oktober. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyatakan bahwa Foxconn berencana untuk mengembangkan bisnis mobil listrik dan baterainya di Indonesia, dan pada gilirannya, pemerintah akan memberikan kebijakan insentif untuk mendukung investasi Foxconn. Namun demikian, Foxconn tidak mengonfirmasi pengumuman BKPM tersebut. Menurut orang-orang yang dekat dengan masalah ini, Foxconn belum mengambil keputusan dan diskusi-diskusi tersebut masih dalam tahap awal.
Sebagai perakit terbesar Apple [AAPL:US], Foxconn menerima sekitar 50% dari pendapatan penjualannya dari Apple setiap tahun. Namun, Foxconn menghadapi pertumbuhan pendapatan penjualan yang stagnan dalam beberapa tahun terakhir, seperti 0,82% pada tahun 2019 dan 0,3% pada tahun 2020, sementara Apple telah membina pemasok lain. Untuk mengurangi ketergantungan pada Apple, Foxconn mengeluarkan rencana transformasi masa depan pada tahun 2019, dengan fokus pada sektor mobil listrik, perawatan kesehatan digital, dan robot. Perusahaan ini menetapkan tujuannya untuk menyediakan komponen dan layanan untuk 10% mobil listrik global antara tahun 2025 dan 2027. Pada tanggal 18 Oktober tahun ini, Foxconn merilis batch pertama dari tiga model EV murni, yang diberi merek di bawah Foxtron, afiliasi Foxconn.
Pertimbangan Foxconn untuk membangun pabrik di Indonesia tidak terlepas dari kekayaan cadangan nikel di negara ini, yang merupakan salah satu bahan baku penting untuk memproduksi baterai mobil listrik. Mengutip data dari US Geological Survey, Indonesia memproduksi sekitar 760.000 ton nikel pada tahun 2020 dan memiliki 21 juta ton cadangan, yang masing-masing menyumbang 30% dan 22% dari total produksi dan cadangan global. Melihat hal ini, produsen mobil Korea Selatan Hyundai Motor Group dan produsen baterai LG Energy Solution (LGES) telah memilih Indonesia untuk bersama-sama membangun pabrik baterai senilai USD1,1 miliar pada bulan Juli ini. Sebelum pembicaraan dengan Indonesia, Foxconn mengumumkan rencananya pada bulan Agustus untuk membangun pabrik mobil listrik di AS dan Thailand pada tahun 2022 dan mulai beroperasi pada tahun 2023. Untuk pabrik di Thailand, Foxconn akan bermitra dengan perusahaan minyak raksasa lokal PTT [PTT: TB] dan menargetkan kapasitas produksi tahunan sebesar 2 juta mobil listrik.
Sumber:
https://finance.sina.com.cn/world/gjcj/2021-10-26/doc-iktzqtyu3506796.shtml
http://www.nbd.com.cn/articles/2021-10-18/1951090.html
https://finance.sina.com.cn/chanjing/gsnews/2021-10-20/doc-iktzscyy0672494.shtml
https://www.senecaesg.com/blog/foxconn-to-establish-ev-plants-in-us-and-thailand-in-2022/
Pantau kinerja ESG di portofolio, buat kerangka ESG Anda sendiri, dan ambil keputusan bisnis yang lebih baik.
Untuk menghubungi kami, silakan isi formulir di sebelah kanan atau email langsung ke alamat di bawah ini
sales@senecaesg.com7 Straits View, Marina One East Tower, #05-01, Singapura 018936
+65 6223 8888
Gustav Mahlerplein 2 Amsterdam, Belanda 1082 MA
(+31) 6 4817 3634
77 Dunhua South Road, 7F Section 2, Distrik Da'an Taipei City, Taiwan 106414
(+886) 02 2706 2108
Viet Tower 1, Thai Ha, Dong Da Hanoi, Vietnam 100000
(+84) 936 075 490
Av. Santo Toribio 143,
San Isidro, Lima, Peru, 15073
(+51) 951 722 377
1-4-20 Nishikicho, Tachikawa City, Tokyo 190-0022