Pengawas G20 Meminta Penentu Standar Iklim untuk Menghindari Pengungkapan yang Tidak Konsisten

Pengawas G20 Meminta Penentu Standar Iklim untuk Menghindari Pengungkapan yang Tidak Konsisten

by  
Seneca ESG  
- 13 Oktober 2022

Dewan Stabilitas Keuangan (FSB) G20 telah meminta para penentu standar iklim untuk mempercepat pekerjaannya guna menghindari perbedaan antara aturan pengungkapan iklim yang telah mereka selesaikan untuk perusahaan-perusahaan, yang dapat menyebabkan fragmentasi pasar, seperti yang dilaporkan oleh Reuters pada tanggal 11 Oktober. Menurut Klaas Knot, presiden bank sentral Belanda dan Ketua FSB, interoperabilitas antara tolok ukur global yang umum dan persyaratan khusus yurisdiksi nasional dan regional akan sangat penting, karena standar pengungkapan yang terpadu dapat menghindari fragmentasi yang berbahaya di pasar sehingga investor dapat dengan mudah membandingkan perusahaan-perusahaan dari seluruh dunia. FSB juga menyerukan upaya lebih lanjut untuk mencapai interoperabilitas antar yurisdiksi, karena mereka memiliki perbedaan dalam pendekatan dan kecepatan kemajuan.

Dewan Standar Keberlanjutan Internasional (International Sustainability Standards Board/ISSB), yang berkomitmen untuk menciptakan acuan global yang komprehensif untuk pengungkapan keberlanjutan, akan meluncurkan seperangkat norma "acuan dasar" global pada awal tahun 2023 untuk digunakan di berbagai yurisdiksi. Pada bulan Maret 2022, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengusulkan peraturan baru yang mewajibkan perusahaan-perusahaan yang terdaftar di bursa untuk menyerahkan laporan terperinci tentang risiko terkait iklim, emisi, dan rencana transisi menuju nol karbon. Uni Eropa, Inggris, Selandia Baru, Jepang, dan Hong Kong juga sedang mengupayakan langkah-langkah serupa. Sebagai contoh, Badan Jasa Keuangan Jepang (FSA) telah mewajibkan sekitar 4.000 perusahaan besar untuk melaporkan emisi gas rumah kaca mereka dan membuat pengungkapan terkait iklim berdasarkan aturan TCFD mulai April 2022. Bursa Asia lainnya, seperti Hong Kong Exchanges and Clearing (HKEX) [0388:HK] dan Singapore Exchange (SGX) [SGX:SP], juga menerbitkan aturan pengungkapan iklim serupa tahun lalu. 

Sumber:

https://www.reuters.com/business/sustainable-business/g20-watchdog-tells-climate-standard-setters-not-hardwire-differences-2022-10-11/

https://www.mckinsey.com/capabilities/strategy-and-corporate-finance/our-insights/understanding-the-secs-proposed-climate-risk-disclosure-rule

https://asia.nikkei.com/Spotlight/Environment/Climate-Change/Japan-to-require-4-000-companies-to-disclose-climate-risks

https://www.hkex.com.hk/News/Regulatory-Announcements/2021/211105news?sc_lang=en

https://www.reuters.com/business/sustainable-business/singapore-exchange-mandates-climate-board-diversity-disclosures-2021-12-15/

Mulai Gunakan Seneca ESG Toolkit Hari Ini

Pantau kinerja ESG di portofolio, buat kerangka ESG Anda sendiri, dan ambil keputusan bisnis yang lebih baik.

Toolkit

Seneca ESG

Tertarik? Hubungi kami sekarang

Untuk menghubungi kami, silakan isi formulir di sebelah kanan atau email langsung ke alamat di bawah ini

sales@senecaesg.com

Kantor Singapura

7 Straits View, Marina One East Tower, #05-01, Singapura 018936

+65 6223 8888

Kantor Amsterdam

Gustav Mahlerplein 2 Amsterdam, Belanda 1082 MA

(+31) 6 4817 3634

Kantor Taipei

77 Dunhua South Road, 7F Section 2, Distrik Da'an Taipei City, Taiwan 106414

(+886) 02 2706 2108

Kantor Hanoi

Viet Tower 1, Thai Ha, Dong Da Hanoi, Vietnam 100000

(+84) 936 075 490

Kantor Lima

Av. Santo Toribio 143,

San Isidro, Lima, Peru, 15073

(+51) 951 722 377

Kantor Tokyo

1-4-20 Nishikicho, Tachikawa City, Tokyo 190-0022