KTT G7 Menegaskan Kembali Komitmen ESG di Tengah Seruan untuk Aksi Iklim yang Tegas dan Peningkatan Standar GRI 

KTT G7 Menegaskan Kembali Komitmen ESG di Tengah Seruan untuk Aksi Iklim yang Tegas dan Peningkatan Standar GRI 

by  
AnhNguyen  
- 3 Juli 2024

Pada KTT G7 terbaru di Borgo Egnazia, Italia, para pemimpin menegaskan kembali komitmen mereka untuk mengatasi krisis perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi yang saling terkait, dengan menekankan 'transisi yang adil'. Konsep ini, sebagaimana didefinisikan oleh ILO, bertujuan untuk menghijaukan ekonomi secara adil dan inklusif, memastikan kesempatan kerja yang layak bagi semua. Meskipun komitmen-komitmen ini patut dipuji, pertemuan tersebut gagal dalam mengusulkan tindakan-tindakan baru yang ambisius untuk melawan perubahan iklim. 

G7 berjanji untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) global sebesar 43% pada tahun 2030 dan 60% pada tahun 2035 dari tingkat tahun 2019. Mereka juga berkomitmen untuk melipatgandakan kapasitas energi terbarukan global dan menggandakan efisiensi energi pada tahun 2030. Namun, langkah-langkah ini tidak memiliki jadwal yang jelas dan mendesak untuk menghentikan penggunaan bahan bakar fosil, yang sangat penting untuk aksi iklim yang berarti. 

Pertemuan ini menyoroti pentingnya informasi yang kuat di sektor keuangan dan ekonomi riil, dengan menekankan praktik-praktik pelaporan keberlanjutan yang efektif. Hal ini sejalan dengan standar Global Reporting Initiative (GRI), yang mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam praktik ESG perusahaan. 

Polusi diidentifikasi sebagai pendorong utama hilangnya keanekaragaman hayati, dengan pengendapan nitrogen yang menjadi ancaman signifikan. Para pemimpin G7 mengakui perlunya tindakan terpadu untuk menghentikan dan membalikkan hilangnya keanekaragaman hayati pada tahun 2030, meningkatkan ketahanan ekonomi dan mempercepat transisi energi. Namun, kurangnya target yang ambisius dan jadwal yang jelas untuk pendanaan iklim dan penghentian penggunaan bahan bakar fosil masih menjadi kekurangan yang sangat penting dalam KTT tersebut. 

Singkatnya, meskipun komitmen G7 merupakan langkah positif, komitmen tersebut perlu didukung oleh tindakan dan jadwal yang tegas. Pelaporan LST yang efektif, seperti yang dipromosikan oleh standar GRI, akan menjadi sangat penting dalam meminta pertanggungjawaban sektor publik dan swasta atas komitmen iklim mereka. 

 

Sumber: 

https://www.accesswire.com/883847/g7-needs-higher-ambition-to-tackle-climate-biodiversity-and-pollution 

https://www.morningstar.com/news/accesswire/883847msn/g7-needs-higher-ambition-to-tackle-climate-biodiversity-and-pollution 

Mulai Gunakan Seneca ESG Toolkit Hari Ini

Pantau kinerja ESG di portofolio, buat kerangka ESG Anda sendiri, dan ambil keputusan bisnis yang lebih baik.

Toolkit

Seneca ESG

Tertarik? Hubungi kami sekarang

Untuk menghubungi kami, silakan isi formulir di sebelah kanan atau email langsung ke alamat di bawah ini

sales@senecaesg.com

Kantor Singapura

7 Straits View, Marina One East Tower, #05-01, Singapura 018936

+65 6223 8888

Kantor Amsterdam

Gustav Mahlerplein 2 Amsterdam, Belanda 1082 MA

(+31) 6 4817 3634

Kantor Taipei

77 Dunhua South Road, 7F Section 2, Distrik Da'an Taipei City, Taiwan 106414

(+886) 02 2706 2108

Kantor Hanoi

Viet Tower 1, Thai Ha, Dong Da Hanoi, Vietnam 100000

(+84) 936 075 490

Kantor Lima

Av. Santo Toribio 143,

San Isidro, Lima, Peru, 15073

(+51) 951 722 377

Kantor Tokyo

1-4-20 Nishikicho, Tachikawa City, Tokyo 190-0022