Tertarik? Hubungi kami sekarang
Untuk menghubungi kami, silakan isi formulir di sebelah kanan atau email langsung ke alamat di bawah ini
sales@senecaesg.com-->
Pemerintah India mengungkapkan dalam rancangan Rencana Listrik Nasional bahwa negara ini akan membutuhkan tambahan kapasitas listrik tenaga batu bara sebesar 28 gigawatt (GW) pada tahun fiskal 32 sebagai tambahan dari 25 GW yang sudah dalam tahap konstruksi, seperti yang dilaporkan oleh Economic Times pada tanggal 12 September. Kebutuhan akan kapasitas tambahan berbasis batubara muncul dari peningkatan permintaan listrik yang diantisipasi di India. Draft dokumen tersebut memperkirakan bahwa permintaan listrik puncak dan kebutuhan energi listrik India akan mencapai 272 GW pada FY27 dan 363 GW pada FY32, yang lebih tinggi dari estimasi sebelumnya yaitu 256 GW untuk FY27 dan 320 GW untuk FY32 yang dibuat oleh pemerintah tiga tahun yang lalu.
Rencana Listrik Nasional membalikkan pendapat dari studi internal tahun 2021 oleh Otoritas Listrik Pusat India (CEA), yang menyatakan bahwa negara tersebut tidak mungkin membangun kapasitas berbasis batu bara baru selama dekade mendatang, dan proyek penyimpanan energi akan menjadi pilar baru pasokan listrik. Perubahan kebijakan ini terjadi setelah gelombang panas bersejarah melanda India dan menyebabkan krisis listrik di seluruh negeri pada bulan Maret ini. Sebagai tanggapan, kementerian lingkungan hidup India pada bulan Mei memberikan izin kepada tambang-tambang batu bara untuk meningkatkan produksi hingga 50% tanpa meminta izin baru. Sementara itu, meningkatkan kapasitas beban dasar, bahkan dengan tenaga batu bara, dianggap sebagai pilihan yang tak terelakkan untuk mendukung tujuan India dalam meningkatkan instalasi energi terbarukan, mengingat intermitennya pembangkit listrik terbarukan. Pada bulan Agustus, India berjanji dalam Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional (NDC) yang telah diperbaharui untuk mencapai kapasitas terpasang tenaga listrik kumulatif sebesar 50% dari sumber daya energi berbasis bahan bakar non-fosil pada tahun 2030.
Sumber:
https://www.washingtonpost.com/world/2022/05/28/india-coal-power-climate-change/
Pantau kinerja ESG di portofolio, buat kerangka ESG Anda sendiri, dan ambil keputusan bisnis yang lebih baik.
Untuk menghubungi kami, silakan isi formulir di sebelah kanan atau email langsung ke alamat di bawah ini
sales@senecaesg.com7 Straits View, Marina One East Tower, #05-01, Singapura 018936
+65 6223 8888
Gustav Mahlerplein 2 Amsterdam, Belanda 1082 MA
(+31) 6 4817 3634
77 Dunhua South Road, 7F Section 2, Distrik Da'an Taipei City, Taiwan 106414
(+886) 02 2706 2108
Viet Tower 1, Thai Ha, Dong Da Hanoi, Vietnam 100000
(+84) 936 075 490
Av. Santo Toribio 143,
San Isidro, Lima, Peru, 15073
(+51) 951 722 377
1-4-20 Nishikicho, Tachikawa City, Tokyo 190-0022