Jepang akan Membatasi Penggunaan Pupuk dan Bahan Bakar di Sektor Pertanian

Jepang akan Membatasi Penggunaan Pupuk dan Bahan Bakar di Sektor Pertanian

by  
Jordy Leo  
- 3 Januari 2024

Kementerian Pertanian Jepang berencana untuk memasukkan persyaratan lingkungan ke dalam semua subsidinya pada bulan April 2027, dalam sebuah langkah untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan polutan seperti bahan kimia pertanian, seperti yang dilaporkan oleh Nikkei Asia pada tanggal 30 Desember. Mulai tahun fiskal 2024, para pemohon yang ingin mendapatkan subsidi tertentu harus menyerahkan daftar periksa yang mencakup berbagai standar lingkungan, termasuk faktor-faktor seperti penggunaan pupuk dan pestisida yang tepat, pengurangan konsumsi bahan bakar, pengelolaan limbah, dan pertimbangan keanekaragaman hayati. Biasanya, persyaratan ini tidak melibatkan tolok ukur numerik. Pada tahun fiskal 2027, daftar periksa akan diwajibkan untuk semua subsidi, dan penerima akan diminta untuk menyerahkan laporan tentang langkah-langkah yang telah dilaksanakan. Perusahaan yang tidak mematuhi persyaratan ini atau memberikan informasi yang tidak benar akan menerima panduan dari kementerian untuk perbaikan.

Persyaratan terbaru dari kementerian pertanian ini sejalan dengan Strategi Sistem Pangan Berkelanjutan yang dicanangkan oleh pemerintah Jepang. Diperkenalkan pada tahun 2021, strategi ini menetapkan target untuk mengurangi penggunaan pestisida di Jepang sebesar 50% dan penggunaan pupuk kimia sebesar 30% pada tahun 2050, sekaligus meningkatkan persentase total lahan pertanian yang digunakan untuk pertanian organik menjadi 25%. Ketika petani menggunakan pupuk secara berlebihan, nitrogen tidak akan sepenuhnya diserap oleh tanaman tetapi berubah menjadi dinitrogen oksida dan masuk ke atmosfer, menyebabkan efek rumah kaca yang kuat. Untuk mengatasi masalah ini, pedoman terbaru dari Kementerian Pertanian termasuk menghindari penggunaan pupuk kimia yang berlebihan untuk produksi kedelai dan gandum. Selain itu, kementerian ini juga sedang mempertimbangkan program subsidi baru untuk para pelamar di bidang-bidang yang lebih maju seperti pertanian organik.

Skekuatan:

https://asia.nikkei.com/Business/Agriculture/Japan-to-require-all-subsidized-farms-to-cut-emissions-chemicals

https://www.maff.go.jp/e/policies/env/env_policy/meadri.html

Mulai Gunakan Seneca ESG Toolkit Hari Ini

Pantau kinerja ESG di portofolio, buat kerangka ESG Anda sendiri, dan ambil keputusan bisnis yang lebih baik.

Toolkit

Seneca ESG

Tertarik? Hubungi kami sekarang

Untuk menghubungi kami, silakan isi formulir di sebelah kanan atau email langsung ke alamat di bawah ini

sales@senecaesg.com

Kantor Singapura

7 Straits View, Marina One East Tower, #05-01, Singapura 018936

+65 6223 8888

Kantor Amsterdam

Gustav Mahlerplein 2 Amsterdam, Belanda 1082 MA

(+31) 6 4817 3634

Kantor Taipei

77 Dunhua South Road, 7F Section 2, Distrik Da'an Taipei City, Taiwan 106414

(+886) 02 2706 2108

Kantor Hanoi

Viet Tower 1, Thai Ha, Dong Da Hanoi, Vietnam 100000

(+84) 936 075 490

Kantor Lima

Av. Santo Toribio 143,

San Isidro, Lima, Peru, 15073

(+51) 951 722 377

Kantor Tokyo

1-4-20 Nishikicho, Tachikawa City, Tokyo 190-0022