Kota Beijing akan Menghentikan Penggunaan Batu Bara dan Membatasi Konsumsi Gas Alam

Kota Beijing akan Menghentikan Penggunaan Batu Bara dan Membatasi Konsumsi Gas Alam

by  
Seneca ESG  
- 13 Desember 2021

Pemerintah Kota Beijing meluncurkan rencana perlindungan ekologi dan lingkungan kota untuk periode 2021-2025, atau periode Rencana Lima Tahun (FYP) ke-14, pada konferensi pers pada tanggal 8 Desember, sebagaimana dilaporkan oleh bjx.com pada hari berikutnya. Rencana yang berfokus pada pengurangan karbon tersebut menguraikan bahwa selama lima tahun ke depan, ibu kota akan lebih mengurangi penggunaan listrik berbahan bakar batu bara, membatasi konsumsi gas alam, mempromosikan penggunaan mobil listrik, membangun sistem kelistrikan berbasis energi baru, dan meningkatkan porsi energi terbarukan dalam total konsumsi listrik. Tepatnya, pemerintah kota menetapkan batasan konsumsi batu bara dan gas alam sebesar 1 juta ton dan 20 miliar meter kubik per tahun, yang menyatakan bahwa kota tersebut tidak akan menggunakan batu bara kecuali dalam keadaan darurat.

Beijing mengurangi konsumsi batu bara dari 11,65 juta ton pada tahun 2015 menjadi 1,73 juta ton pada tahun 2020, sementara proporsi batu bara dalam bauran energi kota turun dari 13,71 TP3T menjadi 1,91 TP3T. Selama periode yang sama, penggunaan gas alam dinaikkan dari 14,5 miliar menjadi 19,0 miliar meter kubik. Kota ini bertujuan untuk lebih mengurangi penggunaan batu bara dengan memodifikasi fasilitas pemanas bertenaga batu bara yang ada di daerah pedesaan. Selain itu, kota ini mengharapkan energi terbarukan akan menyumbang 14,41 TP3T dari konsumsi listrik kota pada tahun 2025, dari porsi 6,61 TP3T pada tahun 2015 dan 7,91 TP3T pada tahun 2019. Namun, transisi hijau Beijing mengandalkan transmisi listrik antarprovinsi. Beijing mengimpor 10.950 gigawatt-jam (GWh) tenaga hijau dari provinsi lain pada tahun 2019, yang menyerap sekitar 9,4% dari total konsumsi listriknya. Berdasarkan rencana baru untuk periode 2021-2025, Beijing akan mencapai kapasitas penerimaan daya sebesar 43.000 megawatt (MW) pada tahun 2025, dari 31.000 MW pada akhir tahun 2019.

Sumber:

https://news.bjx.com.cn/html/20211209/1192576.shtml

http://www.xinhuanet.com/fortune/2021-01/21/c_1127006673.htm

https://www.ceicdata.com/en/china/electricity-consumption/cn-electricity-consumption-beijing

https://guangfu.bjx.com.cn/news/20201124/1117623.shtml

Mulai Gunakan Seneca ESG Toolkit Hari Ini

Pantau kinerja ESG di portofolio, buat kerangka ESG Anda sendiri, dan ambil keputusan bisnis yang lebih baik.

Toolkit

Seneca ESG

Tertarik? Hubungi kami sekarang

Untuk menghubungi kami, silakan isi formulir di sebelah kanan atau email langsung ke alamat di bawah ini

sales@senecaesg.com

Kantor Singapura

7 Straits View, Marina One East Tower, #05-01, Singapura 018936

+65 6223 8888

Kantor Amsterdam

Gustav Mahlerplein 2 Amsterdam, Belanda 1082 MA

(+31) 6 4817 3634

Kantor Taipei

77 Dunhua South Road, 7F Section 2, Distrik Da'an Taipei City, Taiwan 106414

(+886) 02 2706 2108

Kantor Hanoi

Viet Tower 1, Thai Ha, Dong Da Hanoi, Vietnam 100000

(+84) 936 075 490

Kantor Lima

Av. Santo Toribio 143,

San Isidro, Lima, Peru, 15073

(+51) 951 722 377

Kantor Tokyo

1-4-20 Nishikicho, Tachikawa City, Tokyo 190-0022