Kanada Mengusulkan Undang-Undang Keamanan Siber Baru untuk Memerangi Konten Berbahaya di Platform Online

Kanada Mengusulkan Undang-Undang Keamanan Siber Baru untuk Memerangi Konten Berbahaya di Platform Online

by  
Jordy Leo  
- 28 Februari 2024

Kanada telah memperkenalkan rancangan undang-undang yang akan memaksa platform online besar untuk segera menghapus konten berbahaya, seperti yang dilaporkan oleh Reuters pada tanggal 26 Februari. Rancangan undang-undang tersebut, yang dikenal sebagai Undang-Undang Bahaya Online, diusulkan oleh pemerintah Liberal Perdana Menteri Justin Trudeau untuk memerangi kebencian online dan melindungi anak-anak dari pemangsa online. Di bawah aturan yang diusulkan, entitas media sosial besar, seperti X, Facebook, YouTube, dan TikTok, harus menghapus konten yang secara seksual mengorbankan anak dan konten intim yang dikomunikasikan tanpa persetujuan dalam waktu 24 jam, sambil menjalani proses pengawasan dan peninjauan. Selain itu, peraturan baru ini juga meminta platform-platform tersebut untuk menyediakan cara yang jelas dan mudah diakses untuk menandai konten berbahaya dan memblokir pengguna. Mereka juga diminta untuk menerapkan strategi mitigasi untuk mengurangi paparan anak-anak terhadap konten berbahaya, seperti materi yang merundung anak-anak atau menghasut ekstremisme, kekerasan, atau kebencian.

Online Harms Act dirancang untuk menetapkan standar dasar untuk memastikan keamanan online bagi kaum muda dengan tetap mempertahankan prinsip-prinsip kebebasan berekspresi. Undang-undang ini menetapkan bahwa platform online harus bertanggung jawab atas pilihan desain yang mengarah pada penyebaran dan penguatan konten berbahaya. Menurut aturan yang diusulkan, perusahaan yang terbukti melanggar hukum dapat dikenakan denda hingga 61 triliun rupiah dari pendapatan kotor global mereka. Selain itu, RUU ini juga melibatkan pembentukan badan pengawas bernama Komisi Keamanan Digital, yang akan menegakkan peraturan, menerima keluhan, dan mengeluarkan perintah untuk menghapus konten berbahaya.

Sumber:

https://www.reuters.com/world/americas/draft-canada-law-would-force-social-media-companies-quickly-remove-harmful-2024-02-26/

https://www.bloomberg.com/news/articles/2024-02-26/trudeau-to-force-big-tech-to-police-harmful-online-content

https://www.canada.ca/en/canadian-heritage/news/2024/02/government-of-canada-introduces-legislation-to-combat-harmful-content-online-including-the-sexual-exploitation-of-children.html

https://www.newswire.ca/news-releases/government-of-canada-introduces-legislation-to-combat-harmful-content-online-including-the-sexual-exploitation-of-children-887108403.html

Mulai Gunakan Seneca ESG Toolkit Hari Ini

Pantau kinerja ESG di portofolio, buat kerangka ESG Anda sendiri, dan ambil keputusan bisnis yang lebih baik.

Toolkit

Seneca ESG

Tertarik? Hubungi kami sekarang

Untuk menghubungi kami, silakan isi formulir di sebelah kanan atau email langsung ke alamat di bawah ini

sales@senecaesg.com

Kantor Singapura

7 Straits View, Marina One East Tower, #05-01, Singapura 018936

+65 6223 8888

Kantor Amsterdam

Gustav Mahlerplein 2 Amsterdam, Belanda 1082 MA

(+31) 6 4817 3634

Kantor Taipei

77 Dunhua South Road, 7F Section 2, Distrik Da'an Taipei City, Taiwan 106414

(+886) 02 2706 2108

Kantor Hanoi

Viet Tower 1, Thai Ha, Dong Da Hanoi, Vietnam 100000

(+84) 936 075 490

Kantor Lima

Av. Santo Toribio 143,

San Isidro, Lima, Peru, 15073

(+51) 951 722 377

Kantor Tokyo

1-4-20 Nishikicho, Tachikawa City, Tokyo 190-0022