Jepang Mempertimbangkan untuk Mewajibkan Laporan Keberlanjutan yang Selaras dengan ISSB untuk Perusahaan Tercatat

Jepang Mempertimbangkan untuk Mewajibkan Laporan Keberlanjutan yang Selaras dengan ISSB untuk Perusahaan Tercatat

by  
AnhNguyen  
- 26 Juni 2024
Jepang sedang mempertimbangkan mandat yang mengharuskan perusahaan-perusahaan utamanya yang terdaftar untuk menerbitkan laporan keberlanjutan tahunan sesuai dengan standar Dewan Standar Keberlanjutan Internasional (ISSB) IFRS. Aturan baru ini, yang diusulkan oleh Badan Layanan Keuangan (FSA), akan diterapkan secara bertahap berdasarkan kapitalisasi pasar perusahaan, dengan perusahaan-perusahaan terbesar diharapkan untuk mematuhinya pada Maret 2027.

Kelompok Kerja FSA tentang Pengungkapan dan Jaminan Keberlanjutan (Sustainability Disclosure WG) memprakarsai usulan ini, yang bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan investor sekaligus meminimalkan beban kepatuhan. Tahap pertama menargetkan perusahaan yang terdaftar di bagian Prime Bursa Efek Tokyo dengan kapitalisasi pasar JPY 3 triliun ke atas, yang mencakup 55% dari total nilai pasar bursa. Perusahaan-perusahaan ini perlu menerbitkan laporan keberlanjutan awal mereka pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2027. Tahap kedua diperluas ke perusahaan dengan kapitalisasi pasar JPY 1 triliun ke atas pada Maret 2028. Tujuannya adalah untuk mencakup semua perusahaan yang terdaftar di Prime pada tahun 2030-an.

Kelompok Kerja Pengungkapan Keberlanjutan juga menangani potensi penyimpangan dari standar ISSB untuk menyeimbangkan kompatibilitas global dan kepentingan bisnis lokal. Bekerja sama dengan FSA, Dewan Standar Keberlanjutan Jepang (SSBJ) merilis draf paparan yang mengikuti pedoman ISSB, dengan beberapa modifikasi. Draf akhir diharapkan selesai pada Maret 2025.

Isu-isu utama yang dibahas meliputi apakah laporan keberlanjutan harus menjadi bagian dari laporan keuangan wajib, keringanan transisi, ketentuan perlindungan untuk pengungkapan yang tidak dapat diandalkan, dan insentif untuk kepatuhan. Pendekatan FSA menekankan pada pengembangan kepercayaan investor dan pengurangan beban kepatuhan, memastikan bahwa standar Jepang selaras dengan harapan internasional.

Konsultasi publik tentang adaptasi lokal standar ISSB akan berakhir pada tanggal 31 Juli 2024, dengan aturan final diantisipasi memberikan setidaknya dua tahun untuk kepatuhan sukarela sebelum menjadi wajib.

Sumber: 

https://www.mayerbrown.com/en/insights/publications/2024/06/japan-mulls-issb-based-sustainability-disclosure-mandatory-after-2027?utm_source=vuture&utm_medium=email&utm_campaign=%7Bvx:campaign%20name%7D 

https://www.engaged2perform.ca/with4yh/8a102110P1d51/ 

Mulai Gunakan Seneca ESG Toolkit Hari Ini

Pantau kinerja ESG di portofolio, buat kerangka ESG Anda sendiri, dan ambil keputusan bisnis yang lebih baik.

Toolkit

Seneca ESG

Tertarik? Hubungi kami sekarang

Untuk menghubungi kami, silakan isi formulir di sebelah kanan atau email langsung ke alamat di bawah ini

sales@senecaesg.com

Kantor Singapura

7 Straits View, Marina One East Tower, #05-01, Singapura 018936

+65 6223 8888

Kantor Amsterdam

Gustav Mahlerplein 2 Amsterdam, Belanda 1082 MA

(+31) 6 4817 3634

Kantor Taipei

77 Dunhua South Road, 7F Section 2, Distrik Da'an Taipei City, Taiwan 106414

(+886) 02 2706 2108

Kantor Hanoi

Viet Tower 1, Thai Ha, Dong Da Hanoi, Vietnam 100000

(+84) 936 075 490

Kantor Lima

Av. Santo Toribio 143,

San Isidro, Lima, Peru, 15073

(+51) 951 722 377

Kantor Tokyo

1-4-20 Nishikicho, Tachikawa City, Tokyo 190-0022