Berbagai Negara Berbeda dalam Ambisi untuk Perjanjian Plastik Global 

Berbagai Negara Berbeda dalam Ambisi untuk Perjanjian Plastik Global 

by  
Seneca ESG  
- 7 Desember 2022

Lebih dari 2.000 delegasi dari 160 negara menutup putaran pertama negosiasi perjanjian plastik global pada pertemuan di Uruguay, dengan para delegasi sepakat untuk mengakhiri polusi plastik tetapi tidak setuju apakah akan membatasi produksi plastik, menghapus jenis plastik, dan menyelaraskan aturan global, seperti yang dilaporkan oleh Reuters pada tanggal 2 Desember. Secara khusus, Koalisi Ambisi Tinggi yang terdiri dari lebih dari 40 negara, termasuk anggota UE, Swiss, tuan rumah Uruguay, dan Ghana, bertujuan untuk sebuah perjanjian yang terdiri dari kewajiban global yang mengikat untuk seluruh siklus hidup plastik, dengan tujuan untuk mengakhiri polusi plastik pada tahun 2040. Namun, produsen minyak dan gas utama termasuk AS, Qatar, dan Arab Saudi menginginkan perjanjian yang difokuskan pada daur ulang dan pengelolaan limbah, yang dimaksudkan untuk menghindari tanggung jawab untuk mengekang produksi.  

Konferensi di Uruguay adalah yang pertama dari lima sesi yang direncanakan dari Komite Negosiasi Antarpemerintah (INC), yang bertujuan untuk memberlakukan perjanjian yang mengikat secara hukum pertama tentang polusi plastik pada akhir tahun 2024. Kesepakatan INC dianggap sebagai perjanjian terpenting sejak Perjanjian Paris 2015, karena polusi plastik telah memberikan dampak yang menghancurkan pada ekosistem laut. Selain itu, menurut PBB, emisi gas rumah kaca yang terkait dengan plastik diperkirakan akan mencapai 6,5 miliar ton pada tahun 2050. Berbeda dengan perjanjian yang didasarkan pada langkah-langkah global wajib yang dianjurkan oleh Koalisi Ambisi Tinggi, AS menyerukan perjanjian gaya Perjanjian Paris yang memungkinkan masing-masing negara untuk menetapkan target polusi plastik mereka sendiri yang tidak mengikat dan melaporkan kemajuan mereka ke badan global. Para kritikus memperingatkan bahwa pendekatan tersebut akan merusak efektivitas perjanjian dan melemahkan kewajiban negara-negara untuk mengatasi limbah plastik.

Sumber:

https://www.reuters.com/business/environment/countries-split-plastics-treaty-focus-un-talks-close-2022-12-03/

https://www.reuters.com/business/environment/future-global-treaty-plastics-must-cut-production-ease-pollution-some-states-say-2022-11-29/

https://grist.org/international/the-world-agreed-to-a-global-plastics-treaty-now-comes-the-hard-part/

https://www.jiemian.com/article/8505353.html

Mulai Gunakan Seneca ESG Toolkit Hari Ini

Pantau kinerja ESG di portofolio, buat kerangka ESG Anda sendiri, dan ambil keputusan bisnis yang lebih baik.

Toolkit

Seneca ESG

Tertarik? Hubungi kami sekarang

Untuk menghubungi kami, silakan isi formulir di sebelah kanan atau email langsung ke alamat di bawah ini

sales@senecaesg.com

Kantor Singapura

7 Straits View, Marina One East Tower, #05-01, Singapura 018936

+65 6223 8888

Kantor Amsterdam

Gustav Mahlerplein 2 Amsterdam, Belanda 1082 MA

(+31) 6 4817 3634

Kantor Taipei

77 Dunhua South Road, 7F Section 2, Distrik Da'an Taipei City, Taiwan 106414

(+886) 02 2706 2108

Kantor Hanoi

Viet Tower 1, Thai Ha, Dong Da Hanoi, Vietnam 100000

(+84) 936 075 490

Kantor Lima

Av. Santo Toribio 143,

San Isidro, Lima, Peru, 15073

(+51) 951 722 377

Kantor Tokyo

1-4-20 Nishikicho, Tachikawa City, Tokyo 190-0022