Uni Eropa Menunda Aturan Perdagangan Anti-Deforestasi di Tengah Kekhawatiran Negara Berkembang

Uni Eropa Menunda Aturan Perdagangan Anti-Deforestasi di Tengah Kekhawatiran Negara Berkembang

by  
Jordy Leo  
- 14 Maret 2024

Uni Eropa (UE) akan menunda penerapan peraturan ketat mengenai impor dari daerah-daerah yang rentan terhadap deforestasi, seperti yang dilaporkan oleh Financial Times pada tanggal 8 Maret. Langkah ini menanggapi keluhan dari beberapa negara berkembang, yang mengeluhkan bahwa peraturan tersebut akan memberatkan, tidak adil, dan mengecilkan hati para investor. Tiga pejabat Uni Eropa mengungkapkan bahwa Brussel akan menunda klasifikasi negara-negara ke dalam risiko deforestasi rendah, standar, atau tinggi, yang semula dijadwalkan untuk diterapkan pada Desember 2024. Sebagai gantinya, mereka akan menetapkan setiap negara sebagai negara dengan risiko standar untuk memberikan lebih banyak waktu bagi mereka untuk beradaptasi dengan peraturan anti-deforestasi. Penundaan ini berarti tidak ada negara yang akan memiliki keuntungan lebih dari negara lain, kata seorang pejabat.

Uni Eropa mengadopsi peraturan tentang produk bebas deforestasi pada bulan Juni 2023, yang mewajibkan perusahaan-perusahaan yang berbasis di Uni Eropa untuk memastikan bahwa impor mereka "bebas deforestasi" dan tidak mendorong pelanggaran hak asasi manusia. Berdasarkan peraturan tersebut, perusahaan-perusahaan tersebut harus memastikan bahwa tujuh komoditas pertanian, termasuk sapi, kakao, kopi, kelapa sawit, karet, kedelai, dan kayu, yang mereka ekspor atau impor tidak dibudidayakan di lahan yang mengalami deforestasi setelah tanggal 31 Desember 2020. Undang-undang penting ini menimbulkan tentangan keras dari banyak negara berkembang, yang menuduh Uni Eropa memaksakan standar ramah lingkungannya kepada negara lain. International Trade Centre juga memperingatkan bahwa aturan perdagangan anti-deforestasi ini dapat menimbulkan dampak "bencana" terhadap perdagangan global jika UE gagal membantu produsen kecil dan negara berkembang untuk beradaptasi. Kemiskinan, sebagai akar dari deforestasi, mungkin akan semakin parah bagi para petani kecil jika mereka tidak dapat memenuhi persyaratan ketertelusuran dalam peraturan baru tersebut.

Sumber:

https://www.ft.com/content/8dab4dc6-197b-4a2f-86f0-d5e83ce00b09

https://www.hrw.org/news/2023/05/16/eu-approves-law-deforestation-free-trade#:~:text=Today%2C%20the%20European%20Union%20adopted,not%20driving%20human%20rights%20abuses.https://www.ft.com/content/9119d448-ff1c-434d-b07f-27b1bf11c041

https://www.ft.com/content/9119d448-ff1c-434d-b07f-27b1bf11c041

Mulai Gunakan Seneca ESG Toolkit Hari Ini

Pantau kinerja ESG di portofolio, buat kerangka ESG Anda sendiri, dan ambil keputusan bisnis yang lebih baik.

Toolkit

Seneca ESG

Tertarik? Hubungi kami sekarang

Untuk menghubungi kami, silakan isi formulir di sebelah kanan atau email langsung ke alamat di bawah ini

sales@senecaesg.com

Kantor Singapura

7 Straits View, Marina One East Tower, #05-01, Singapura 018936

+65 6223 8888

Kantor Amsterdam

Gustav Mahlerplein 2 Amsterdam, Belanda 1082 MA

(+31) 6 4817 3634

Kantor Taipei

77 Dunhua South Road, 7F Section 2, Distrik Da'an Taipei City, Taiwan 106414

(+886) 02 2706 2108

Kantor Hanoi

Viet Tower 1, Thai Ha, Dong Da Hanoi, Vietnam 100000

(+84) 936 075 490

Kantor Lima

Av. Santo Toribio 143,

San Isidro, Lima, Peru, 15073

(+51) 951 722 377

Kantor Tokyo

1-4-20 Nishikicho, Tachikawa City, Tokyo 190-0022