Indonesia Meluncurkan Buku Pedoman Investasi Hijau yang Kontroversial di Tengah Perdebatan Batu Bara

Indonesia Meluncurkan Buku Pedoman Investasi Hijau yang Kontroversial di Tengah Perdebatan Batu Bara

by  
Tracy Liu  
- 21 Februari 2024

Indonesia memperkenalkan taksonomi yang telah direvisi, yang mengkategorikan pembangkit listrik tenaga batu bara yang digunakan di fasilitas-fasilitas nikel di dalam buku pedoman investasi ramah lingkungan, sebagai bagian dari komitmen negara ini untuk bertransisi ke arah ekonomi ramah lingkungan, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters pada tanggal 20 Februari. Langkah ini, meskipun sejalan dengan janji Indonesia untuk mencapai emisi nol pada tahun 2060, menghadapi kritik dari para pencinta lingkungan yang menyatakan bahwa pembiayaan pembangkit listrik tenaga batu bara baru bertentangan dengan tujuan-tujuan keberlanjutan, karena emisi karbonnya yang signifikan. Taksonomi yang telah direvisi, yang menggunakan sistem lampu lalu lintas, menetapkan sektor-sektor sebagai "hijau", "kuning", atau "merah" berdasarkan keselarasannya dengan tujuan iklim Indonesia. Investasi pada pembangkit listrik tenaga batu bara diberi label "kuning" jika memenuhi kriteria tertentu seperti dibangun sebelum tahun 2031, berkomitmen pada pengurangan emisi, dan mendukung rehabilitasi lahan pasca-tambang untuk mineral penting seperti nikel yang digunakan dalam teknologi bersih.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membela taksonomi baru ini dengan menekankan pendekatan holistik yang tidak hanya mempertimbangkan faktor-faktor lingkungan tetapi juga kemajuan sosial dan pembangunan ekonomi. Namun, dimasukkannya pembiayaan untuk pembangkit listrik tenaga batu bara baru telah memicu kontroversi, terutama di antara kelompok-kelompok lingkungan hidup yang mengadvokasi langkah-langkah yang lebih ketat untuk membatasi emisi karbon. Terlepas dari tren divestasi global dari aset batu bara, para pemberi pinjaman di Indonesia terus mendanai proyek-proyek terkait batu bara, dengan alasan signifikansi ekonominya bagi negara yang memegang gelar eksportir batu bara dan nikel terbesar di dunia ini. Lonjakan investasi di pembangkit listrik captive, yang didorong oleh perluasan fasilitas pengolahan nikel di Indonesia, menggarisbawahi hubungan timbal balik yang kompleks antara pembangunan ekonomi, keberlanjutan lingkungan hidup, dan transisi menuju sumber-sumber energi yang lebih bersih di Indonesia.

Sumber: 

https://www.reuters.com/sustainability/sustainable-finance-reporting/indonesias-new-green-investment-rulebook-includes-coal-power-plants-2024-02-20/

Mulai Gunakan Seneca ESG Toolkit Hari Ini

Pantau kinerja ESG di portofolio, buat kerangka ESG Anda sendiri, dan ambil keputusan bisnis yang lebih baik.

Toolkit

Seneca ESG

Tertarik? Hubungi kami sekarang

Untuk menghubungi kami, silakan isi formulir di sebelah kanan atau email langsung ke alamat di bawah ini

sales@senecaesg.com

Kantor Singapura

7 Straits View, Marina One East Tower, #05-01, Singapura 018936

+65 6223 8888

Kantor Amsterdam

Gustav Mahlerplein 2 Amsterdam, Belanda 1082 MA

(+31) 6 4817 3634

Kantor Taipei

77 Dunhua South Road, 7F Section 2, Distrik Da'an Taipei City, Taiwan 106414

(+886) 02 2706 2108

Kantor Hanoi

Viet Tower 1, Thai Ha, Dong Da Hanoi, Vietnam 100000

(+84) 936 075 490

Kantor Lima

Av. Santo Toribio 143,

San Isidro, Lima, Peru, 15073

(+51) 951 722 377

Kantor Tokyo

1-4-20 Nishikicho, Tachikawa City, Tokyo 190-0022