Bagaimana Negara-negara Barat Dapat Bersaing dengan Dominasi China di Pasar Kendaraan Listrik 

Bagaimana Negara-negara Barat Dapat Bersaing dengan Dominasi China di Pasar Kendaraan Listrik 

by  
AnhNguyen  
- 25 Juli 2024

Posisi China sebagai pusat manufaktur terkemuka di dunia telah memungkinkannya untuk mendominasi pasar kendaraan listrik (EV), berkat subsidi pemerintah yang signifikan dan kendali atas rantai pasokan utama. Biaya EV di China rata-rata $33.000, jauh lebih rendah daripada $70.700 di Eropa dan $72.000 di AS, menjadikan EV China sangat kompetitif. Kesenjangan biaya ini diperburuk oleh tarif Barat, yang terbukti tidak efektif dalam mempersempit perbedaan harga dan malah menghambat adopsi EV domestik. 

Biaya kendaraan listrik yang tinggi di Barat menjadi hambatan utama untuk mencapai masa depan yang netral karbon, yang paling berdampak pada kaum muda, karena mereka adalah pendukung keberlanjutan yang paling kuat tetapi sering kali tidak memiliki cukup dana. Untuk menutup kesenjangan ini, negara-negara Barat harus beralih dari tarif ke subsidi yang kompetitif, meningkatkan produksi baterai, dan membangun infrastruktur pendukung. Saat ini, upaya pemerintah AS di bidang ini belum memadai, yang mengakibatkan rendahnya tingkat adopsi kendaraan listrik dan infrastruktur pengisian daya yang tidak memadai. 

Dominasi Tiongkok dalam produksi baterai lithium-ion, yang didorong oleh investasi dan subsidi yang besar, juga berkontribusi pada keunggulan kompetitifnya. Meskipun ada beberapa upaya Barat untuk melokalisasi produksi baterai, sebagian besar produsen masih mengandalkan sel lithium Tiongkok yang terjangkau. Untuk bersaing, pemerintah Barat harus memprioritaskan subsidi produksi sel lithium dan baterai dalam negeri. 

Negara-negara Barat perlu memanfaatkan sumber daya dan tenaga kerjanya yang ada untuk merebut kembali posisinya sebagai pemimpin dalam inovasi teknologi di sektor otomotif. Dengan berfokus pada keberlanjutan, prinsip-prinsip ESG (Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola), dan strategi netral karbon, negara-negara Barat dapat mengurangi ketergantungan mereka pada tarif, mendukung produsen lokal, dan meningkatkan infrastruktur. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan produksi kendaraan listrik dalam negeri tetapi juga berkontribusi pada upaya keberlanjutan global. 

Singkatnya, peralihan strategis menuju subsidi, peningkatan infrastruktur, dan manufaktur dalam negeri sangat penting bagi AS dan Eropa untuk bersaing dengan pasar kendaraan listrik China dan mencapai tujuan keberlanjutan jangka panjang. 

 

Sumber: 

https://www.michigandaily.com/opinion/columns/the-west-must-change-its-ev-strategy-to-compete-with-china/ 

https://www.imd.org/ibyimd/geopolitics/western-ev-manufacturers-have-much-to-learn-from-their-chinese-counterparts/ 

Mulai Gunakan Seneca ESG Toolkit Hari Ini

Pantau kinerja ESG di portofolio, buat kerangka ESG Anda sendiri, dan ambil keputusan bisnis yang lebih baik.

Toolkit

Seneca ESG

Tertarik? Hubungi kami sekarang

Untuk menghubungi kami, silakan isi formulir di sebelah kanan atau email langsung ke alamat di bawah ini

sales@senecaesg.com

Kantor Singapura

7 Straits View, Marina One East Tower, #05-01, Singapura 018936

+65 6223 8888

Kantor Amsterdam

Gustav Mahlerplein 2 Amsterdam, Belanda 1082 MA

(+31) 6 4817 3634

Kantor Taipei

77 Dunhua South Road, 7F Section 2, Distrik Da'an Taipei City, Taiwan 106414

(+886) 02 2706 2108

Kantor Hanoi

Viet Tower 1, Thai Ha, Dong Da Hanoi, Vietnam 100000

(+84) 936 075 490

Kantor Lima

Av. Santo Toribio 143,

San Isidro, Lima, Peru, 15073

(+51) 951 722 377

Kantor Tokyo

1-4-20 Nishikicho, Tachikawa City, Tokyo 190-0022