Tertarik? Hubungi kami sekarang
Untuk menghubungi kami, silakan isi formulir di sebelah kanan atau email langsung ke alamat di bawah ini
sales@senecaesg.com-->
Indonesia telah melakukan penerbangan komersial pertamanya dengan menggunakan bahan bakar jet yang dicampur dengan minyak kelapa sawit, seperti yang dilaporkan oleh Reuters pada tanggal 27 Oktober. Penerbangan tersebut dioperasikan oleh Garuda Indonesia [GIAA:IJ], maskapai penerbangan nasional Indonesia, dengan menggunakan pesawat Boeing 737-800NG. Bahan bakar campuran yang mengandung 2,4% minyak kelapa sawit tersebut diproduksi oleh perusahaan energi negara Indonesia, PT Pertamina. Pertamina menggunakan teknologi hydro processed esters and fatty acid (HEFA) untuk memurnikan minyak inti sawit yang telah dihilangkan baunya dan mengubahnya menjadi bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Dibandingkan dengan bahan bakar fosil tradisional, bahan bakar berbasis kelapa sawit menawarkan pilihan yang lebih ramah lingkungan dengan mengeluarkan lebih sedikit gas rumah kaca. Sebelum digunakan dalam penerbangan komersial, bahan bakar ramah lingkungan ini telah berhasil digunakan untuk menggerakkan pesawat militer Indonesia, khususnya CN 250, pada tahun 2021.
Indonesia, sebagai produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia, telah secara aktif mengeksplorasi cara-cara untuk mengintegrasikan minyak nabati ke dalam bahan bakar, dengan tujuan untuk mengurangi ketergantungan pada impor minyak mentah. Pada bulan Februari 2023, Indonesia mengimplementasikan program biodiesel B35, menggantikan inisiatif B30 sebelumnya. Program B35 mengamanatkan campuran 35% minyak kelapa sawit dan 65% diesel fosil di sektor transportasi. Meskipun demikian, implementasi penuhnya menghadapi berbagai tantangan, termasuk kekhawatiran akan potensi dampak bahan bakar tersebut terhadap mesin. Selain itu, Indonesia sebelumnya telah memberlakukan persyaratan pencampuran bahan bakar nabati sebesar 3% untuk bahan bakar jet pada tahun 2020; namun implementasinya mengalami penundaan. Dengan keberhasilan peluncuran penerbangan komersial yang menggunakan bahan bakar berbasis kelapa sawit ini, Indonesia mengadvokasi agar minyak kelapa sawit diakui sebagai bahan baku yang memenuhi syarat untuk produksi bahan bakar penerbangan berkelanjutan (sustainable aviation fuel/SAF), yang akan semakin memajukan upaya Indonesia dalam menerapkan praktik-praktik penerbangan yang ramah lingkungan.
Skekuatan:
Pantau kinerja ESG di portofolio, buat kerangka ESG Anda sendiri, dan ambil keputusan bisnis yang lebih baik.
Untuk menghubungi kami, silakan isi formulir di sebelah kanan atau email langsung ke alamat di bawah ini
sales@senecaesg.com7 Straits View, Marina One East Tower, #05-01, Singapura 018936
+65 6223 8888
Gustav Mahlerplein 2 Amsterdam, Belanda 1082 MA
(+31) 6 4817 3634
77 Dunhua South Road, 7F Section 2, Distrik Da'an Taipei City, Taiwan 106414
(+886) 02 2706 2108
Viet Tower 1, Thai Ha, Dong Da Hanoi, Vietnam 100000
(+84) 936 075 490
Av. Santo Toribio 143,
San Isidro, Lima, Peru, 15073
(+51) 951 722 377
1-4-20 Nishikicho, Tachikawa City, Tokyo 190-0022