Tertarik? Hubungi kami sekarang
Untuk menghubungi kami, silakan isi formulir di sebelah kanan atau email langsung ke alamat di bawah ini
sales@senecaesg.com-->
Survei PwC baru-baru ini mengungkapkan bahwa 80% pemimpin bisnis di Timur Tengah memiliki strategi keberlanjutan formal, namun karyawan lebih memprioritaskan gaji yang adil dan pertumbuhan karier daripada inisiatif ESG. Kesenjangan ini menyoroti perlunya perusahaan menyelaraskan strategi ESG dan keberlanjutan mereka dengan harapan karyawan untuk mendorong perubahan organisasi yang berarti.
Di Timur Tengah, meskipun perusahaan sangat berfokus pada ESG dan keberlanjutan, karyawan lebih mementingkan manfaat pribadi seperti gaji yang adil dan pengembangan karier. Gaji yang adil dan merata merupakan faktor utama dalam retensi karyawan, dengan 94% kemungkinan besar akan bertahan jika kenaikan gaji diterapkan. Menjembatani kesenjangan ini sangat penting untuk perubahan organisasi yang berarti.
ESG dan keberlanjutan kini menjadi hal yang sangat penting bagi kesuksesan bisnis jangka panjang, yang memengaruhi kebijakan, investasi, operasi, dan keterlibatan karyawan. Seiring dengan transisi dari bahan bakar fosil ke bahan bakar ramah lingkungan, perusahaan harus mengadopsi praktik-praktik berkelanjutan dan meningkatkan transparansi untuk memenuhi ekspektasi investor. Survei PwC, "Menerobos hambatan: Keberlanjutan di Timur Tengah 2024," menunjukkan bahwa 80% pemimpin bisnis memiliki strategi keberlanjutan formal, dengan lebih dari separuhnya mengintegrasikan strategi tersebut ke dalam operasi. Para CEO regional juga melihat perubahan iklim sebagai pendorong utama perubahan.
Data PwC menunjukkan bahwa karyawan memprioritaskan kesejahteraan finansial dan pribadi mereka di atas praktik-praktik keberlanjutan. Survei ini menunjukkan bahwa 94% responden cenderung akan tetap bekerja di perusahaan mereka jika kenaikan gaji yang adil dan merata diterapkan. Namun, hanya 83% dan 75% yang akan bertahan jika praktik-praktik sosial dan lingkungan ditingkatkan. Meningkatkan kebijakan LST dapat meningkatkan retensi karyawan, dengan 82% lebih mungkin untuk bertahan jika prinsip-prinsip LST ditanamkan ke dalam budaya organisasi.
Menciptakan budaya yang berfokus pada LST merupakan hal yang menantang. Hal ini membutuhkan kepemimpinan dari atas ke bawah, komunikasi yang efektif, dan interaksi antar karyawan. Memahami persona karyawan ESG sangatlah penting. Mengintegrasikan keberlanjutan di seluruh siklus hidup karyawan - mulai dari orientasi hingga manajemen kinerja - dapat mendorong tenaga kerja yang lebih terlibat. Menyelaraskan inisiatif ESG dengan prioritas karyawan melalui pendekatan yang dipersonalisasi dapat mengubahnya menjadi elemen dinamis dari budaya perusahaan, mendorong perbaikan lingkungan dan sosial, serta meningkatkan keterlibatan karyawan.
Kesimpulannya, meskipun inisiatif ESG sangat penting bagi reputasi perusahaan dan efisiensi operasional, inisiatif tersebut harus selaras dengan prioritas karyawan agar benar-benar efektif. Menyeimbangkan strategi keberlanjutan dengan gaji yang adil dan peluang pertumbuhan karier adalah kunci untuk mempertahankan talenta dan mencapai tujuan keberlanjutan jangka panjang.
Sumber:
Pantau kinerja ESG di portofolio, buat kerangka ESG Anda sendiri, dan ambil keputusan bisnis yang lebih baik.
Untuk menghubungi kami, silakan isi formulir di sebelah kanan atau email langsung ke alamat di bawah ini
sales@senecaesg.com7 Straits View, Marina One East Tower, #05-01, Singapura 018936
+65 6223 8888
Gustav Mahlerplein 2 Amsterdam, Belanda 1082 MA
(+31) 6 4817 3634
77 Dunhua South Road, 7F Section 2, Distrik Da'an Taipei City, Taiwan 106414
(+886) 02 2706 2108
Viet Tower 1, Thai Ha, Dong Da Hanoi, Vietnam 100000
(+84) 936 075 490
Av. Santo Toribio 143,
San Isidro, Lima, Peru, 15073
(+51) 951 722 377
1-4-20 Nishikicho, Tachikawa City, Tokyo 190-0022