Tertarik? Hubungi kami sekarang
Untuk menghubungi kami, silakan isi formulir di sebelah kanan atau email langsung ke alamat di bawah ini
sales@senecaesg.com-->
Laporan terbaru oleh AimHi Earth mengungkap kesenjangan yang signifikan antara strategi keberlanjutan perusahaan dan pemahaman serta keterlibatan karyawan. Meskipun hampir semua pekerja (93%) tidak menyadari cara menerapkan strategi keberlanjutan perusahaan mereka pada pekerjaan sehari-hari, 77% tidak puas dengan kurangnya tindakan iklim dari perusahaan tempat mereka bekerja. Lebih jauh, 52% karyawan percaya bahwa perusahaan tempat mereka bekerja kemungkinan besar terlibat dalam greenwashing.
AimHi Earth, sebuah organisasi pelatihan iklim dan keberlanjutan yang berpusat di London, menemukan bahwa lebih dari separuh profesional yang disurvei merasa bahwa mereka hanya memiliki pengetahuan dangkal tentang keberlanjutan. Kurangnya pemahaman ini disertai dengan rasa tidak efektif, karena 70% karyawan meragukan tindakan individu mereka di tempat kerja dapat memengaruhi emisi dan perlindungan lingkungan.
Matthew Shribman, salah satu pendiri dan Kepala Ilmuwan di AimHi Earth, menekankan urgensi pelatihan iklim dan keberlanjutan yang komprehensif. Ia mencatat meningkatnya permintaan akan pelatihan semacam itu dari para pemimpin progresif yang menyadari bahwa pelatihan itu penting, bukan pilihan, dalam menghadapi percepatan darurat iklim dan alam.
Mendukung sentimen ini, penelitian terkini oleh platform perekrutan Indeed dan Net Positive Employee Barometer menunjukkan bahwa sejumlah besar karyawan memprioritaskan dampak lingkungan dalam karier mereka. Faktanya, 55% karyawan yang disurvei oleh Indeed lebih menghargai dampak lingkungan sekarang daripada di awal karier mereka, dan 51% responden dari Net Positive Employee Barometer akan mempertimbangkan untuk mengundurkan diri jika nilai-nilai perusahaan tempat mereka bekerja tidak selaras dengan nilai-nilai mereka sendiri.
Sue Husband, direktur dampak komunitas di Business in the Community, menyarankan agar keberlanjutan ditanamkan dalam setiap peran di dalam perusahaan. Ia menganjurkan komunikasi yang jelas dan bebas jargon tentang tujuan keberlanjutan dan edukasi tentang pentingnya peran setiap karyawan dalam mencapai tujuan tersebut.
Untuk menjembatani kesenjangan antara keinginan karyawan dan tindakan perusahaan, para ahli menyarankan untuk mengembangkan indikator dan target keberlanjutan yang terukur di seluruh perusahaan, dan mengomunikasikan kinerja secara transparan. Bobby Banerjee, profesor keberlanjutan di Bayes Business School, merekomendasikan untuk mendorong karyawan mengukur jejak karbon mereka dan menghubungkan bonus kinerja dengan target keberlanjutan.
Sumber:
https://startupsmagazine.co.uk/article-aimhi-earth-uncovers-crisis-workplace-climate-engagement
Pantau kinerja ESG di portofolio, buat kerangka ESG Anda sendiri, dan ambil keputusan bisnis yang lebih baik.
Untuk menghubungi kami, silakan isi formulir di sebelah kanan atau email langsung ke alamat di bawah ini
sales@senecaesg.com7 Straits View, Marina One East Tower, #05-01, Singapura 018936
+65 6223 8888
Gustav Mahlerplein 2 Amsterdam, Belanda 1082 MA
(+31) 6 4817 3634
77 Dunhua South Road, 7F Section 2, Distrik Da'an Taipei City, Taiwan 106414
(+886) 02 2706 2108
Viet Tower 1, Thai Ha, Dong Da Hanoi, Vietnam 100000
(+84) 936 075 490
Av. Santo Toribio 143,
San Isidro, Lima, Peru, 15073
(+51) 951 722 377
1-4-20 Nishikicho, Tachikawa City, Tokyo 190-0022